Luis Suarez Kecil Tak Bisa Beli Sepatu, Kini Punya Dua Sepatu Emas Eropa

Seorang Luis Suarez yang baru saja mendapatkan hadiah Sepatu Emas Eropa atas kehebatannya di lapangan hijau mengungkapkan kalau semasa kecilnya justru tak mampu untuk membeli sepatu. Namun, karena usaha keras dan latihan gigih, dirinya pun kini adalah seorang yang menyabet sepatu emas atau Golden Shoe yang menjadi perlambang bahwa dirinya adalah pemain yang mampu menyarangkan banyak gol di Eropa musim lalu. Berada di puncak jayanya, dimanakah nantinya El Pistolero akan pensiun? Mungkinkan El Barca atau justru klub yang lebih awal membesarkan namanya yakni Ajax Amsterdam?

luis-suarez-kecil-tak-bisa-beli-sepatu-kini-punya-dua-sepatu-emas-eropa-640x426Luis Suarez sendiri baru saja mendapatkan gelar peraih sepatu emas atau kemampuannya mencetak banyak gol di musim 2015/2016. Penyerang timnas Uruguay ini mampu mengoleksi setidaknya 40 gol bersama Barcelona di Liga Spanyol. Tidak ada yang mampu menandinginya termasuk sang CR7 yang selama dua musim sebelumnya meraih penghargaan yang sama.

Namun, disaat dirinya berada di puncak kejayaan, akhirnya Luis Suarez bercerita mengenai lika-liku hidupnya selama masih kecil.

“Saya bocah jalanan. Dari sanalah saya belajar untuk bertarung, dan tidak mengeluh ketika menderita. Saya hanya minta diganti ketika benar-benar tidak bisa melanjutkan bermain. Sebagai bocah, saya mengorbankan banyak hal.” Ungkap Luis Suarez

“Keluarga kami bahkan tidak punya uang untuk membeli sepatu sepakbola. Kenyataan inilah yang membuat saya lebih menghargai banyak hal saat ini (setelah meraih kesuksesan).”

Sebelum bermain bersama Barcelona dan Liverpool, ilmu sepak bola didapatkan oleh Luis Suarez di Ajax Amsterdam selama musim 2007 hingga 2011, Tidak bisa dipungkiri, di negeri van oranye inilah dirinya meniti karier untuk bisa menjelma menjadi salah satu pemain terbaik di era modern ini. Ajax Amsterdam pun dianggapnya sebagai rumah keduanya selama ini. Mungkinkah nanti dirinya kembali ke Ajax Amsterdam?

“Tentu saja saya ingin kembali ke Ajax suatu hari nanti. Meski itu hanya sekadar ungkapan terima kasih untuk mereka. Ajax adalah klub yang membuat saya terkenal di Eropa. Semua mimpi saya jadi nyata di Barcelona, dan saya berharap bisa bertahan sampai akhir karier. Tapi itu artinya, saya harus bermain di level tertinggi selamanya.”

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.