Hukum Qurban dalam Islam dan Syaratnya

Orang yang hidupnya berkecukupan atau lebih adalah orang yang mampu dan diwajibkan untuk menunaikan ibadah kurban. Ulama menyebutkan bahwa hukum qurban dalam Islam adalah wajib, dan sebagian menyebut hukumnya termasuk sunah muakkadah. Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, seorang muslim yang mampu memang lebih baik jika melaksanakan kurban. Inti dari dua pendapat tersebut juga menyebut kurban sebagai ibadah wajib untuk muslim yang mampu. Ibadah yang dilakukan di musim haji tersebut dilakukan dengan menyembelih hewan ternak yang sesuai syariat dan dilaksanakan pada waktu yang ditentukan. Jika tidak sesuai syarat, maka tidak sah dan merupakan sembelihan hewan biasa. Untuk tambahan info, berikut adalah beberapa penjelasan mengenai syarat kurban.

Beberapa Peraturan Ibadah Kurban

Kurban hanya diwajibkan untuk umat muslim yang termasuk sebagai mukalaf. Orang muslim yang berakal, sudah balig, dan mampu adalah kriteria mukalaf. Kurban merupakan ibadah orang muslim yang menjadi wajib hukumnya jika sudah mampu secara materi atau pun kesiapan lainnya. Hukum qurban dalam Islam juga menyebutkan bahwa wajib untuk ditangani oleh muslim. Tidak hanya pemberi kurban yang beraga Islam. Orang yang menjadi pemotong atau penyembelih hewan kurban harus lah seorang muslim. Hal tersebut dikarenakan dalam pelaksanaan penyembelihan ada penyebutan asma Allah dan doa-doa untuk Allah SWT. Doa tidak akan sah tentunya jika dibaca oleh orang yang tidak percaya kepada Allah.

Peraturan lainnya adalah untuk hewan kurban. Hewan yang digunakan untuk ibadah kurban harus lah hewan ternak, bisa dengan kambing, sapi, kerbau, atau unta. Syarat untuk hewan kurban adalah hewan ternak yang cukup umur, dan harus lah hewan yang sehat. Dilarang berkurban dengan hewan yang sedang sakit, karena dalam Islam tidak boleh membunuh seekor hewan yang keadaannya sedang tidak sehat. Hukum qurban dalam Islam yang mengatur syarat untuk hewan kurban juga tidak membolehkan untuk menggunakan hewan yang cacat. Jika hewan terlihat cacat atau terlihat sakit, tidak boleh dijadikan hewan kurban. Hewan yang terlalu kurus juga tidak boleh untuk kurban. Hewan kurban harus lah yang berdaging cukup atau banyak karena akan dibagikan dan supaya lebih banyak yang menerima hasil kurban.

Ketentuan untuk kurban selanjutnya adalah waktu dan cara pelaksanaannya. Ibadah kurban dilakukan di bulan Dzulhijah saat hari raya Idul Adha. Penyembelihan hewan kurban harus dilakukan setelah shalat ied. Jika disembelih sebelum shalat ied, maka tidak termasuk kurban, tetapi hewan sembelihan biasa. Sebelum menyembelih, harus mengucap niat terlebih dahulu dan menyebutkan asma Allah. Penyembelihan harus memutus jalan napas dan jalan makanan. Pisau yang digunakan harus benar-benar tajam agar tidak menyiksa hewan. Hukum qurban dalam Islam yang wajib untuk mukalaf ini, harus memastikan hewan mati terlebih dulu sebelum melanjutkan ke proses berikut seperti menguliti dan memotong.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.