7 Ritual Adat Unik di Bandung

Bandung dikenal sebagai salah satu kota yang diberkahi keindahan alam dan kuliner menggoda selera. Namun, tak banyak orang menyadari bahwa Bandung pun memiliki pesona lain, yakni kebudayaan. Meskipun perkembangan teknologi semakin pesat, dunia semakin modern, faktanya Bandung masih menjaga ritual adat secara turun-temurun.

Ritual Adat di Bandung yang Perlu Anda Ketahui

Lantas, apa saja ritual adat tersebut? Berikut uraiannya.

  • Tembuni

Upacara Adat Tembuni (Sumber: youtube.com)

Tembuni merupakan upacara adat yang dilakukan untuk melindungi dan merawat placenta bayi. Dalam ritual ini, placenta bayi akan dikubur di pekarangan ibu hamil menggunakan kain putih disertai gula merah, garam, dan asam. Tujuan dari ritual ini agar anak tumbuh sempurna dan terhindar dari kemalangan.

  • Nenjrag Bumi

Njegrag Bumi merupakan upacara adat yang dilakukan dengan tujuan agar anak bayi tidak mudah terkejut. Dalam ritual ini, bayi akan diletakkan di lantai yang terbuat dari bambu. Nantinya, bambu tersebut akan diinjak dan dihentakkan sebanyak tujuh kali. Ritual ini dipercaya ampuh mencegah anak bayi tumbuh menjadi sosok penakut atau mudah terkejut.

  • Nurunkeun

Upacara Nurunkeun merupakan ritual adat yang bertujuan untuk mengenalkan bayi pada lingkungan di sekitarnya. Nurunkeun dilakukan saat bayi berusia tujuh hari. Dalam ritual ini, pihak keluarga wajib membuat sebuah pohon, tempat menggantung banyak mainan anak. Nantinya, anak-anak yang hadir akan memperebutkan mainan yang tergantung di pohon.

  • Ekah

Ekah merupakan salah satu upacara adat yang masih dilakukan di Bandung. Ekah dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang diberi oleh Tuhan. Tujuannya untuk menyucikan jiwa si bayi, baik lahir maupun batin.

Ekah biasa dilaksanakan saat bayi berusia tujuh hari, empat belas hari, atau dua puluh satu hari. Jika anak berjenis kelamin laki-laki, maka kambing yang disembelih berjumlah dua ekor. Sementara, jika anak berjenis kelamin perempuan, maka kambing yang disembelih cukup satu ekor. Nantinya, daging kambing sembelihan akan dimasak kemudian dibagikan pada tamu maupun tetangga.

  • Turun Taneuh

Sesuai namanya, ritual Turun Tanah merupakan upacara menginjak tanah yang dilakukan oleh bayi. Ritual ini dipercaya dapat memberikan bayangan mengenai masa depan anak. Dalam ritual ini, bayi akan menginjak salah satu barang yang telah disediakan, seperti uang, emas, padi, atau buku. Konon, barang yang diinjak si bayi merupakan jalan hidupnya. Misalnya, jika si bayi menginjak uang, maka ketika beranjak dewasa si bayi tidak akan kesulitan dalam mendapatkan uang.

  • Cukuran

Di Bandung, bayi yang telah menginjak usia empat puluh hari harus melakukan upacara cukuran. Ritual adat ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada tubuh bayi sekaligus membersihkan batinnya. Dengan begitu, bayi akan tumbuh lebih sehat dan bahagia.

  • Gusaran

Upacara Gusaran (Sumber: youtube.com)

Upacara Gusaran merupakan ritual khusus untuk anak perempuan. Dalam ritual ini telinga anak akan ditindik kemudian diberi anting. Selain tindik telinga, gigi anak akan diratakan menggunakan alat khusus. Tujuan dari upacara ini adalah untuk mempercantik penampilan anak. Kelak ketika dewasa, anak akan tumbuh menjadi gadis yang rupawan.

Demikianlah informasi mengenai ritual adat di Bandung yang masih dilestarikan hingga kini. Bagi Anda yang ingin menghabiskan waktu liburan di Bandung, jangan ragu untuk booking tiket Citilink melalui aplikasi Airy. Nikmati kemudahan mencari tiket pesawat ke Bandung dengan harga terjangkau. Pembayaran pun mudah, dapat dilakukan melalui gerai Indomaret, kartu kredit, atau transfer bank. Airy menjamin keamanan transaksi bebas dari penipuan.

Jika Anda ingin mengganti atau membatalkan jadwal penerbangan, tersedia fasilitas reschedule tiket dan pengembalian dana. Dapatkan pula benefit berupa diskon atau promosi menarik lainnya. Airy pun menyediakan layanan khusus untuk perjalanan bisnis dengan harga dan fasilitas terbaik.

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.